Browse Category by Inspiration
Inspiration

Jejak Langkah Bacharuddin Jusuf Habibie

Pengalaman adalah guru terbaik. Bagi kita yang bekerja di lapangan, kita tau betul kalau kondisi di lapangan tidak selalu sama dengan teori di textbook. Pengalaman membuat kita menjadi lebih tenang, lebih percaya diri, dan lebih bijaksana ketika menemui berbagai tantangan. Jam terbang yang semakin tinggi mengubah mereka yang amatir naik level menjadi profesional.

Di dunia ini tidak ada seorang pun yang memiliki waktu unlimited. Cepat atau lambat, kita akan kehabisan jatah waktu. Padahal pengalaman seseorang akan terus bertambah seiring berkurangnya jatah waktu yang dimilikinya. Bila kita hanya mengandalkan pengalaman pribadi, bisa jadi ada banyak sekali trial and error yang kita lakukan sebelum menggapai cita-cita. Tidak sedikit orang yang kehabisan waktu dalam perjuangannya meraih kehidupan impian. Tindakan yang paling bijak adalah kita belajar dari pengalaman orang lain. Belajar dari pengalaman orang yang paling sukses, dan juga orang yang paling gagal dalam hidupnya. Dengan demikian kita bisa mengikuti jejak langkah mereka yang sukses, sekaligus tidak terjatuh pada lubang yang sama dengan mereka yang gagal.

Salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki Bangsa Indonesia adalah Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau pernah berada pada posisi dimana hanya segelintir manusia yang pernah mendudukinya : presiden Republik Indonesia.

 

Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Gambar diambil dari : tempo.co
Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie.
Gambar diambil dari : tempo.co

 

Mantan presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln pernah mengatakan, “Hampir semua pria mampu bertahan menghadapi kesulitan. Namun, jika Anda ingin menguji karakter sejati pria, beri dia kekuasaan”. Kita mungkin tidak mengenal karakter Pak B.J.Habibie secara pribadi, namun selama ini kita hampir tidak pernah mendengar rumor-rumor negatif tentang beliau. Padahal bagi media massa, rumor negatif, apalagi bila terverifikasi kebenarannya, merupakan bahan bakar yang paling joss untuk menaikkan jumlah pembacanya. Dengan demikian, tidaklah berlebihan bila kita percaya beliau merupakan pria yang menjaga integritasnya. Pria yang meraih begitu banyak meraih kesuksesan dengan jalan terhormat. Pada tulisan kali ini, saya mengajak para pembaca untuk belajar dari jejak langkah yang ditinggalkan beliau. Saya mencatat sedikitnya ada 6 hal yang bisa kita teladani dari pengalaman beliau :

 

#1. Orang dihormati bukan dari latar belakangnya, melainkan dari apa yang menjadi kontribusinya

Kurang lebih sekitar 1,5 tahun lalu, Pak B.J.Habibie mendapat bintang penghargaan “Das Grosse Verdenstkreuz Mit Stern und Schulterband” dan “Das Grosse Verdienstkreuz” dari pemerintah Jerman. Tidak banyak orang yang pernah mendapat penghargaan serupa. Duta Besar Jerman yang mewakili negaranya menyerahkan medali itu kepada Pak B.J.Habibie menjelaskan bintang penghargaan itu merupakan penghargaan tertinggi untuk orang yang berjasa pada kemajuan Jerman.

Dunia pengetahuan juga memberikan penghormatan kepada beliau. Sebagai penghargaan atas sumbangsih hasil riset Pak B.J.Habibie terhadap perkembangan dunia pengetahuan, namanya digunakan untuk merujuk pada suatu teori. Ada istilah “Habibie Factor“, “Habibie Theorem” dan “Habibie Method“.  Dalam bidang karir struktural perusahaan, beliau juga pernah menjadi Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB. Suatu kedudukan yang prestisius di perusahaan bonafid.

Ketika datang ke Jerman empat dekade sebelumnya, Pak B.J.Habibie hanyalah seorang mahasiswa paskasarjana biasa. Beliau bukan datang sebagai putra duta besar ataupun putra konglomerat Indonesia. Jelaslah segala penghormatan kepala beliau didasari oleh sumbangsihnya yang bermanfaat bagi masyarakat.  Jadi jika kita ingin dihormati bagi orang-orang di sekitar kita, mari kita berkontribusi untuk menciptakan solusi bagi masalah yang mereka hadapi. Tidak perlu cari muka, rekayasa pencitraan, atau menjilat sana-sini. Cukup dengan mejadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.

 

Pak Habibie ketika menerima gelar kehormatan Gambar diambil dari : kompasiana.com/yogasambas
Pak Habibie ketika menerima gelar doktor kehormatan (honoris causa) dari Universitas Indonesia
Gambar diambil dari : kompasiana.com/yogasambas

 

#2. Fokus pada bidang spesialisasinya

Ketika ditelusuri ke belakang, kita bisa menemukan hampir sebagian besar karir Pak B.J. Habibie berkutat pada bidang teknik. Selain mengembangkan industri pesawat terbang, beliau juga pernah berkarir di bidang industri kereta api, industri kapal, dan industri pertahanan. Yang jelas semuanya masih sejalan dengan kompetensi beliau sebagai sarjana teknik mesin. Pak B.J.Habibie tidak pernah coba-coba masuk ke dalam suatu industri yang sedang booming, namun tidak sesuai dengan passion dan keahliannya. Padahal kalau mau, bisa saja beliau menggunakan koneksi dan kedudukannya untuk masuk ke industri perbankan, bidang peternakan, industri fashion, industri musik, ataupun bidang lainnya.

Akhir-akhir ini kita sering mendengar banyak cerita sukses dari berbagai bidang. Cerita sukses ini seringkali menarik banyak orang muda untuk berbondong-bondong mengikuti langkahnya.  Tidak ada yang salah dengan meniru model bisnis mereka yang sukses, selama kita punya passion dan kemampuan menjadi yang terbaik di bidang itu. Namun jika hanya sekedar ikut-ikutan tren yang sedang booming, sebaiknya tidak usah. Kesuksesan perlu waktu dan ketekunan untuk meraihnya. Bruce Lee pernah berkata “Saya tidak takut dengan pria yang berlatih 1000 jurus tendangan dalam satu kali, yang saya takutkan adalah orang yang berlatih satu jurus tendangan sebanyak 1000 kali. Mari kita fokus membangun diri kita sesuai dengan passion dan kemampuan yang kita miliki, dan menjadi yang terbaik di bidang itu.

Habibie dan Replika Pesawat Rancangannya Gambar diambil dari : news.babe.co.id
Habibie dan Replika Pesawat Rancangannya
Gambar diambil dari : news.babe.co.id

 

#3. Kita bisa !

Ketika Pak B.J.Habibie akan membangun industri pesawat terbang di tahun 1970an, kemungkinan besar ada saja orang yang menyuarakan pesimistisnya. Mungkin analogi masa kininya seperti ada seorang pemain sepakbola yang bermimpi akan membawa timnas sepak bola Indonesia menjadi juara piala dunia. Ada yang menganggapnya guyonan, ada yang menganggapnya mimpi di siang bolong, ada yang mentertawakan.

Ketika kita mulai melangkahkan kaki untuk memulai perjalanan untuk mengejar cita-cita, seringkali ada komentator-komentator yang berkata “tidak bisa”, “mustahil”, “tidak realistis disini”. Padahal kita tidak pernah tahu seberapa besar kemampuan kita jika kita tidak pernah mencoba untuk melangkah maju. Kalaupun ternyata kita belum mendapatkan hasil yang kita inginkan, setidaknya kita sudah melakukan yang terbaik. Ketika kita telah melakukan yang terbaik, setidaknya tidak ada lagi rasa penyesalan karena tidak pernah mencoba sama sekali. Ayooo lakukan yang terbaik untuk mewujudkan impian kita.

Nasehat Pak Habibie ketika seseorang meledek mimpi-mimpi kita. Gambar diambil dari : katabijakbahasainggris.com
Nasehat Pak Habibie ketika seseorang meledek mimpi-mimpi kita.
Gambar diambil dari : katabijakbahasainggris.com

 

#4. Tidak menghalalkan segala cara untuk sukses

Ketika Pak B.J.Habibie memulai karirnya, kemungkinan besar beliau mendapatkan pekerjaan karena memenuhi kriteria rekrutmen yang telah ditetapkan. Hampir tidak mungkin seorang mahasiswa asing, yang bukan anak dari pejabat atau konglomerat, bisa mendapat pekerjaan karena ada unsur korupsi, kolusi, atau nepotisme. Seiring berjalannya waktu, Pak  B.J. Habibie menunjukkan kebriliannya. Berbagai riset yang dilakukan berhasil membuat perusahaan menciptakan produk-produk yang lebih baik lagi. Selanjutnya para petinggi perusahaan mengangkat beliau menjadi vice president dan direktur teknologi perusahaan. Karir dan prestasinya yang cemerlang di dunia Internasional akhirnya terlihat dalam radar pemerintah. Pemerintah Indonesia memanggilnya pulang, lalu memberi tawaran untuk membangun industri strategis. Sekali lagi Pak  B.J. Habibie berhasil memenuhi ekspektasi pemerintah, sehingga Presiden Soeharto tidak ragu untuk  menggandeng  beliau  sebagai  wakil presiden. Ketika Presiden Soeharto mengundurkan diri pada tahun 1998, Pak  B.J. Habibie yang naik menjadi presiden sementara. Semuanya kedudukan dan prestasi  diraih dengan tetap menjaga integritas dan melalui cara-cara terhormat. Bukan dengan cara menjilat sana-sini ataupun menyabotase pesaing.

Pepatah mengatakan ada banyak jalan menuju Roma. Ada banyak jalan untuk menggapai kesuksesan. Ada cara yang baik, ada cara yang jahat. Kalau kita memilih cara yang jahat, seperti menjadi mafia atau berbisnis narkoba, bisa jadi pundi-pundi uang kita mendadak terisi penuh, namun apakah hidup seperti itu yang kita inginkan? Apalah artinya berkoper-koper uang tunai jika tiap malam kita selalu was-was ditipu anak buah, was-was tertangkap aparat, was-was disabotase pesaing, was-was ditelikung oleh partner sendiri, dan masih banyak lagi hantu was-was lainnya. Belum lagi anak-anak atau keluarga kita tidak bisa membanggakan diri kita.

 

#5. Mencintai keluarganya dengan segenap hati

Siapa sih yang tidak pernah mendengar kisah cinta Pak B.J.Habibie dan Almarhumah Ibu Ainun ? Selain telah diangkat di layar lebar. media massa juga telah berulang-kali mengulasnya. Kisah cinta beliau seringkali menjadi cita-cita para pasangan muda yang baru menikah : setia sampai akhir. Meski banyak yang ingin memiliki keluarga yang utuh dan saling mencintai sampai akhir hayat, tidak sedikit pula yang tak sanggup menolak kenikmatan dunia sesaat dengan lawan jenis : selingkuh.  Kesenangan sesaat yang dapat meruntuhnya keluarga atau karir yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Melawan godaan ini memang tak gampang, apalagi bagi mereka yang secara fisik cukup oke, mapan, dan memiliki status sosial yang baik,  berkencan dengan miss-miss universe dari berbagai penjuru dunia bukanlah hal yang susah. Namun Pak B.J.Habibie tidak mau mencoba kesempatan itu. Siapa bilang tidak ada kucing yang menolak ikan asin ? Beliaulah salah satu contohnya ! Beliau memilih untuk melewatkan kesempatan merasakan kenikmatan duniawi sesaat itu dibandingkan melukai hati isteri dan anak-anaknya.

Ungkapan Cinta Pak Habibie untuk Alm. Ibu Ainun Gambar diambil dari : hipwee.com
Ungkapan Cinta Pak Habibie untuk Alm. Ibu Ainun
Gambar diambil dari : hipwee.com

 

 

#6. Memilih untuk Mencintai dan Membangun Indonesia

Lahir dan tinggal selama dua dekade di Indonesia sudah cukup untuk membuat Pak B.J.Habibie lebih memilih Indonesia dibandingkan Jerman. Ketika presiden Republik Indonesia waktu itu, Bapak Soeharto memanggil pulang ke Indonesia, beliau menerimanya. Segala jabatan dan fasilitas kelas wahid yang selama ini melekat pada dirinya beliau tanggalkan. Pak B.J.Habibie memilih pulang. Tidak ada industri yang selama ini menjadi tempat aktualisasi dirinya juga bukanlah halangan, justru menjadi sebuah tantangan untuk membangun dan membesarkan industri berteknologi tinggi di tanah air. Pak B.J.Habibie jelas tidak memilih untuk terlahir dari keluarga Indonesia. Itu takdir. Namun jelas beliau memilih untuk mencintai dan membangun tempat dimana takdir memilihnya untuk dilahirkan.

Pak Habibie memilih untuk membangun Indonesia. Gambar diambil dari : brilio.net
Pak Habibie memilih untuk membangun Indonesia.
Gambar diambil dari : brilio.net

 

Buat teman-teman yang ingin mengetahui kisah Pak B.J.Habibie lebih banyak lagi, teman-teman bisa datang ke Pameran foto Habibie dan gebyar aneka lomba yang diselenggarakan berbagai komunitas yang tergabung dalam Friends Of Mandiri Museum. Pameran ini dibuka untuk umum mulai 24 Juli 2016 hingga 21 Agustus 2016 di Museum Bank Mandiri, Kota Tua – Jakarta Barat.

 

Meski  kisah hidup Pak Habibie tampak begitu sempurna, kita tidak perlu merasa minder. Beliau tidak jauh berbeda dengan kita. Sama-sama manusia, sama-sama mempunyai 24 jam dalam sehari, sama-sama memerlukan oksigen. Mungkin di bidang ilmu perkembangan dan teknologi, sebagian dari kita tidak akan pernah menyaingi karya dan prestasi beliau, sama seperti beliau yang tidak lebih hebat bermain bulutangkis dibandingkan atlet Rudy Hartono. Semua orang diberi anugerah talenta yang berbeda-beda. Mari kita menggunakan talenta dan kesempatan hidup ini untuk terus memberi kontribusi positif bagi orang di sekitar kita, untuk mencintai dan mendidik generasi penerus kita, serta membangun negeri dimana kita dilahirkan. Pak Habibie telah meninggalkan jejaknya. Pilihan selanjutnya ada di tangan kita,  mau mengikuti jejak langkah beliau atau melewatinya begitu saja…

Inspiration

Musti Baca : The Memorial of dr.Richard Teo Keng Siang

Alm dr.Richard Teo. Gambar diambil dari : http://bintangmars.web.id/
Alm dr.Richard Teo. Gambar diambil dari : http://bintangmars.web.id/

Pertama kali saya baca kisahnya alm. dr.Richard Teo Keng Siang dari shared link (http://www.heavenaddress.com/Dr-Richard-Teo-Keng-Siang/424153/379719/content)  di timeline akun facebook saya. Jujur saja, awalnya saya males banget bacanya. Sudah panjaannggg banget, bahasa Inggris lagi. Tapi kok komen-komen dibawahnya menyentuh banget yaa. Yoo wis lah tak coba…

Continue Reading